Kunjungan Guru dan Mahasiswa Fakultas Pan Chinese ke Pertanian Tionghoa Perantauan, Shuangyang
作者:     发布时间:2018-07-18     浏览次数:

Pada pagi hari tanggal 23 Juni 2018, ditengah derasnya guyuran hujan lebat, para guru dan mahasiswa Fakultas Pan Chinese tetap datang mengunjungi Pertanian Tionghoa Perantauan Shuangyang di Kecamatan Luojiang kota Quanzhou. Kedatangan kami disambut dengan hangat oleh Bapak Chen Jin Hua selaku ketua Komite Pengawasan Tionghoa Perantauan yang telah lama kembali ke Tiongkok di Pertanian Tionghoa Perantauan Shuangyang .


Pertama-tama, Bapak Chen Jin Hua membawa rombongan mengunjungi “Pameran Pencapaian 50 tahun Perjalanan Sejarah Gemilang - Pertanian Tionghoa Perantauan Shuangyang”, melalui pameran ini para guru dan mahasiswa dapat memahami sejarah lengkap Pertanian Tionghoa Perantauan tersebut. BUMN Provinsi Fujian mendirikan Pertanian Tionghoa Perantauan di Shuanyang Quanzhou pada bulan Februari tahun 1960. 58 tahun yang lalu, sekumpulan Tionghoa perantauan yang tinggal di Indonesia maupun negara Asia Tenggara lainnya melewati masa-masa sulit dimana mereka menyeberangi lautan hingga tiba di Shuangyang yang menjadi salah satu elemen dari Pertanian Tionghoa Perantauan. Mereka gigih mempelajari teknik produksi, membangun rumah baru bersama dengan penduduk-penduduk lokal setempat.

Dalam waktu 58 tahun, Pertanian Tionghoa Perantauan mengalami perubahan yang luar biasa, dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari lemah menjadi kuat. Di akhir tahun 1990-an, mereka berhasil menyelesaikan sistem manajemen reformasi, berjalan di garis depan Pertanian Tionghoa Perantauan di seluruh wilayah provinsi.

Setelah mengunjungi ruang pameran, para guru dan mahasiswa selanjutnya tiba di “Rumah Tionghoa Perantauan yang telah lama kembali ke Tiongkok” dan berbincang akrab bersama dengan para Tionghoa Perantauan yang telah lama kembali ke Tiongkok. Ketua Komite Bapak Chen mengatakan Pertanian Tionghoa perantauan yang dulu sudah berkembang menjadi komunitas Shuanyang seperti sekarang. Beberapa tahun terakhir ini, Jalan Shuangyang dipercepat industrialisasinya, kemudian melakukan laju urbanisasi, dan terus menerus mendorong langkah besar, Bapak Chen juga dengan gembiranya menunjukkan cetakan biru rencana pembangunan Taman Budaya Bali Nanshan Shuangyang, dan beliau menyampaikan tahun depan Taman Budaya dengan karakteristik Indonesia akan dibangun disini , saat ini perencanaan sudah lengkap, dan diperkirakan akan selesai dibangun tahun 2019.


Salah seorang Tionghoa Perantauan yang sudah lama kembali ke Tiongkok, Bapak Hong Mulong kini berusia 83 tahun mengenang kembali masa-masa sulit ketika kembali ke tanah air, beliau mengatakan kehidupan mereka sekarang sangat kaya dan berwarna, mereka masih menjaga kebiasaan hidup mereka seperti di Indonesia, di samping itu mereka juga merindukan sanak keluarga yang jauh di luar negeri. Ketika merasa sangat rindu, maka mereka pergi ke Indonesia sekedar untuk menjenguk. Bapak Chen mengatakan pada awalnya, ketika negara pecah dan orang-orang miskin, nenek moyang mereka telah melakukan perjalanan di seberang laut untuk mencari nafkah, namun sekarang mereka telah kembali ke rumah, maka sudah seharusnya hidup dengan tenang, aktif bergabung membangun tanah air, mengkontribusikan tenaga demi masa depan tanah air. Beliau menyemangati mahasiswa fakultas Pan Chinese untuk berani keluar, mewakili tanah air berkontribusi dalam program “satu sabuk, satu jalan”, sekaligus mengingatkan untuk tidak melupakan jati diri sebagai seorang warga negara Tiongkok.

Siang harinya, rombongan beserta dengan para pengungsi keturunan Tionghoa menikmati masakan khas Indonesia bersama, semuanya makan bersama sambil mendengarkan obrolan rakyat Indonesia, suasana saat itu sangat harmonis. Semuanya turut merasakan bahwa reformasi pembangunan Pertanian Tionghoa Perantauan telah memberikan kehidupan yang lebih baik bagi para Tionghoa Perantauan yang telah lama kembali ke tanah air, serta harapan penuh untuk melangkah kedepan bagi mereka yang akan bekerja di Indonesia kelak.